Hari Anak Nasional, Peran Keluarga Di Era Digital

by | Jul 23, 2019 | Child Care, General, Healthy Lifestyle

Hari Anak Nasional yang di tetapkan oleh kementrian kesehatan RI 35 tahun lalu tepatnya  tanggal 23 Juli 1984, di maknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap  perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air dikutip dari article yang di muat kominfo Peringatan Hari Anak Nasional.

Hal Tersebut harus mendapatkan apresiasi lebih dari orang tua dan pemerintah, fokus utama dalam tumbuh kembang anak masih mencakup sekitar masalah kesehatan termasuk pertumbuhan anak, vaksin dan imunisasi sampai asupan gizi yang buruk.

Memajukan teknologi kesehatan dan memanfaatkan transformasi digital yang berkembang sangat pesat bisa menjadi salah satu solusi pemerintah dan para orang tua dalam upaya perbaikan dalam hal yang menjadi isu utama anak.

Pertumbuhan anak

Pertumbuhan anak dalam hal lingkar kepala, Berat badan dan tinggi badan merupakan focus utama orang tua terhadap bayinya, turun atau tidak bertambah secara kasat mata tidak tampak berbeda. Kondisi ini hanya bisa diketahui dengan grafik pertumbuhan salah satunya melalui pemeriksaan di bidan, posyandu ataupun instansi kesehatan lain setiap bulannya.

Dibuat untuk menjadi solusi bagi para orang tua aplikasi +hubsehat bisa memonitor tumbuh kembang dari mulai lingkar kepala,berat badan, jadwal vaksin dan imunisasi sampai riwayat alergi pada anak yang bisa di akses kapan dan dimana saja sehingga anda bisa bertindak lebih cepat untuk menghubungi dokter anak anda dan tidak akan kehilangan masa-masa tumbuh kembang anak anda.

Vaksin dan Immunisasi

vaksin dan imunisasi merupakan investasi masa depan bagi anak, karena anak akan terhindar dari penyakit serta infeksi berbahaya. Anak-anak anda akan memiliki kesempatan beraktifitas, bermain dan belajar tanpa terganggu oleh masalah kesehatan.

Badan penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa dengan meningkatkan cakupan vaksin dan imunisasi, maka penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berkurang secara bermakna.

Makin berkembangnya ilmu sains dan teknologi saat ini para tenaga medis dan ilmuwan mencoba menyesuaikan perbincangan dengan para orang tua dan memasukan informasi yang akurat tentang resikonya seperti penularan penyakit, wabah, sakit berat, cacat dan kematian bayi dan balita.

Bahkan saat ini sudah di kembangkan mobile aplikasi +hubsehat yang bisa membantu para orang tua yang sibuk sebagai pengingat jadwal vaksin dan imunisasi anak.

Asupan Gizi

Pemberian gizi sehat disarankan dimulai sejak anak dalam usia kandungan hingga usia 3 tahun. Hal ini untuk membantu mengembangkan pertumbuhan sel-sel otak pada anak sejak mereka bayi.

Dari usia kehamilan 6 bulan hingga anak berusia 2 tahun, pertumbuhan anak akan sangat cepat karena itu diperlukan banyak gizi untuk menyeimbangkannya. Gizi-gizi penting yang dibutuhkan anak pada rentang waktu tersebut adalah protein, karbohidrat, Vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, AA, DHA, sphyngomyelin, sialic acid, dan asam-asam amino seperti tyrosine dan tryptophan.

Semua kebutuhan tersebut bisa di dapatkan oleh anak dari Air Susu Ibu. Itulah kenapa ibu disarankan untuk memberikan ASI selama anak berada pada usia dini. anak balita menjadi salah satu keistimewaan dalam penanganannya, karena pada masa tersebut anak balita sedang dalam proses tumbuh kembang yang pesat dan mampu belajar dengan cepat sehingga orangtua pun perlu terlibat dan memperhatikan perkembangannya.

Share This