Mengkontrol tekanan darah intensif dapat menjaga kesehatan otak

by | Sep 20, 2019 | Chronic Illness, General, Healthy Lifestyle

Penelitian baru mengkontrol tekanan darah secara intensif berkorespondensi dengan kemungkinan lesi materi putih yang lebih rendah dan mengembangkan lesi white matter (penghubung putih) pada otak di kemudian hari.

White Matter pada otak berfungsi untuk menghubungkan pusat-pusat informasi dan analisis. Gangguan pada White Mater dapat di deteksi dengan menggunakan MRI atau CT scan. Orang yang mengalami kerusakan pada bagian ini akan mengalami kesulitan dalam belajar, mengingat dan menganalisis suatu masalah bahkan pada kasus kerusakan berat maka akan mengganggu aktivitas tubuh.

White matter merupakan bagian otak yang terus berkembang, setelah usia 40 tahun maka fungsinya akan menurun selain itu perubahan pada daerah White Matter (White Matter Change) paling sering diakibatkan oleh adanya serangan stroke, kurang beristiahat dalam jangka waktu lama, cedera kepala, pengguna narkotika dan alkohol.

Sejumlah besar penelitian kohort telah mengaitkan hipertensi pada usia paruh baya dengan gangguan kognitif ringan dan demensia di kemudian hari.

Beberapa penelitian ini menemukan risiko lesi yang lebih tinggi pada materi putih otak pada usia yang lebih tua di antara orang-orang dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi di usia 50-an.

Materi putih otak terdiri dari bundel akson, yang merupakan perpanjangan tipis neuron. Materi putih adalah “putih” karena mielin – zat pelindung yang menutupi akson. Tidak seperti materi abu-abu, materi putih terus berkembang di masa dewasa dan paruh baya kita.

Penelitian sebelumnya telah mengikat kelainan pada mielin otak, seperti penipisan lapisan ini, dengan berbagai kondisi neurologis, termasuk Alzheimer dan demensia lainnya.

Lesi materi putih, yang muncul pada pemindai MRI, mencerminkan gangguan mielin seperti itu. Lesi materi putih juga dapat menunjukkan kadar air yang tinggi, sensitivitas sel glial yang lebih tinggi terhadap cedera, pembuluh darah otak keropos, atau ministrok.

Penelitian baru mengeksplorasi hubungan antara hipertensi paruh baya dan lesi materi putih, yang dapat menyebabkan gangguan kognitif di kemudian hari.

Secara khusus, tim peneliti bertanya pada diri sendiri apakah perawatan tekanan darah intensif berkorelasi dengan “perkembangan penyakit iskemik pembuluh darah yang terbatas, sebagaimana tercermin oleh volume lesi white matter otak.”

Penelitian yang di lakukan oleh Departemen Kedokteran Diagnostik di University of Texas di Austin, menemukan bahwa kontrol intensif tekanan darah pada usia 50-an, memang, berkorespondensi dengan kemungkinan lesi materi putih yang lebih rendah di kemudian hari.

Temuan penelitian ini sekarang muncul di JAMA

Mengkontrol tekanan darah

Rekomendasi effektif untuk mengkontrol tekanan darah

Metode baru ini mendorong pemantauan tambahan, dengan menggunakan aplikasi +hubsehat pada Smartphone anda. yang mana pemakaian smartphone sekarang hampir digunakan oleh setiap kalangan dan setiap hari. aplikasi hubsehat ini bisa memantau tekanan darah saat anda menjalani hidup anda, atau saat diperiksa dengan manset anda sendiri di rumah. Pemantauan tambahan ini dapat membantu anda memantau hipertensi bertopeng (bila tekanan darah normal di kantor kita, tapi tinggi di sisa waktu) atau hipertensi pelapis putih (bila tekanan darah tinggi di kantor kita, tapi normal sisanya waktu). Dengan feature dan petunjuk yang jelas dalam aplikasi +hubsehat bermanfaat untuk mengatur pasien memonitornya kapan pun dan di manapun,

+hubsehat sebagai rekam medis elektronik (EMR) effektif dan ada di beberapa platform populer seperti Android, IOS  dan WEB base  menjadi solusi untuk mengkontrol tekanan darah, menjaga kesehatan otak dan terkena MCI (turunnya daya ingat) atau Demensia (Penurunan fungsional otak) lebih dini.

Share This